Monday, March 27, 2006

Film Korea


Aku lagi gandrung film korea nih ..... setiap hari nonton terus, sampai jam 03.00 pagi .. kecanduan deh ... nggak pa-pa deh kecanduan film, asal bukan kecanduan obat-obatan.
Kalo kecanduan film khan nggak ditangkap polisi tuh, tapi kalau kecanduan obat ... wah ... berabe .. ujung-ujungnya bisa bermalam di Rutan Pondok Bambu ajha ....

Nah, apa yang menarik dari film korea ini ? filmnya sederhana banget, tidak rumit .... dan yang paling saya suka, pakaian dan gaya mereka, sekalipun menggunakan teng top, tapi tidak sensual dan menggoda ... dandanan tidak glamor .... dan tidak menawarkan mimpi-mimpi semu .... tidak terlalu sensual dan seksual ... budaya timurnya masih tetap dijaga dan dihargai dengan baik .... Sekalipun alur cerita sederhana ... sudah pasti tentang cinta .... tapi lebih berwarna-warni ... tidak melulu konflik dan perseteruan .... apalagi sampai main tampar ... tidak seperti sinetron Indonesia yang kini sering kali menonjolkan kekerasan, padahal budaya Indonesia tidak seperti itu sebenarnya .....

Hal lain yang menarik yang ditonjolkan film korea ini adalah suatu pesan bahwa cinta itu milik semua orang "everybody have the rights to love". Cinta bukan hanya milik si kaya dan si cantik atau si ganteng, tapi cinta milik semua orang, tidak pandang apakah dia cuma regu penyelamat pantai atau tukang masak. Mereka juga punya hak untuk jatuh cinta pada si kaya dan si ganteng atau si cantik ... yang diangkat dalam kebanyakan film korea adalah cinta itu tumbuh karena inner beauty dari sang wanita atau sang pria, bukan tampilan luarnya maupun statusnya. Peran yang dipilih kadang-kadang unik, misal tukang masak, penyelamat pantai atau pedagang assesoris, suatu profesi yang sering kali kita pandang sebelah mata. Film ini membawa pesan yang sangat universal, dimana cinta adalah hak setiap individu, tanpa memandang kelas ataupun kasta. Semua orang berhak mencintai dan dicintai, tak pandang kelas mereka berbeda. Suatu hal yang menarik, yang begitu inspiring .....

Menonton film-film Korea membangunkan kita dari tidur panjang kita selama ini. Film ini begitu mengguggah sesuatu yang sudah lama mati atau terkubur dalam diri kita. Film korea ini begitu inspiring, membangkitkan rasa percaya diri dan keyakinan diri kita, mendorong kita untuk lebih positif menyikapi hidup, mensyukuri apa yang kita punya dan mencintai siapapun yang ingin kita cintai .. tanpa harus takut akan perbedaan kelas maupun kasta ... karena cinta telah cukup untuk cinta ....

Korea, salah satu negera di Asia Timur yang maju dengan pesat, bahkan mampu bersaing dengan Jepang dalam hal teknologi, terutama permobilan dan cellular phone .... teknologi mereka tumbuh pesat ... saat wireless internet conncetion belum banyak ada di tanah air, Korea sudah lebih dulu ada ... dengan menggunakan wireless modem kita bisa akses internet dimana-mana sejauh ada internet access zone di wilayah itu. Penduduknya ramah-ramah dan begitu percaya, sekalipun dengan orang baru .... saya ingat .. saya diajak jalan-jalan oleh seorang perempuan yang ketemu begitu saja di sebuah bank saat kami sedang menukar uang .. luar biasa .....

Kotanya bersih dan menyenangkan .. sekalipun saya pernah mendapat pengalaman buruk dan perlakuan diskriminasi di immigrasi bandara saat saya menginjakkan kaki di negeri ini. Mungkin karena saya pakai jilbab, lalu mereka pikir saya teroris ... satu pengalaman yang menyakitkan hati dan menjatuhkan harga diri ..... tapi setelah mereka tahu saya dari Indonesia, langsung mereka minta maaf dan berubah baik sekali. Tanpa tanya-tanya, mereka langsung menyetempel passport saya dan memberi visa gratis ..... rupanya mereka suka dengan orang Indonesia, karena orang Indonesia adalah pekerja-pekerja yang rajin dan pekerja keras. Bagus deh ... citra TKI/TKW kita dinegeri ini sangat positif.

Orang Korea suka sekali shopping dan gaya hidupnya memang agak hedonis .... kalau main di mall, wuihhhhhhhhh ... diseluruh ruas anak tangga eskalator akan penuh dengan manusia, jadi untuk bisa berdiri di salah satu ruas anak tangga harus berebut dulu ..... populasi dikota seoul memang padat, tidak heran kalau mall juga padat .... mungkin seperti juga Indonesia, mall adalah salah satu sarana hiburan karena tidak ada lagi ruang publik yang bisa dijadikan tempat rekreasi. Saking penuhnya orang, maka kalau kita sedang jalan diseruduk oleh orang, kita nggak perlu marah bila mereka tidak minta maaf, karena memang maaf itu tidak ada dalam kamus mereka. Mereka harus bergerak cepat sehingga tak punya waktu untuk minta maaf. Mereka saling memahami bahwa tindakan mereka bukan untuk menyakiti, tapi semata-mata karena sedang terburu-buru, itu saja. Jadi karena tradisi maaf tidak ada disana, maka dengan senang hati pula saya menyeruduk atau menabrak orang dan dengan se-enaknya saya pergi tanpa minta maaf ... atau menyelak antrian begitu saja tanpa harus dimarahi, dimaki atau disumpah serapahi. Coba kalau itu di Indonesia ... wuihhhhhhhhhhh ... bisa-bisa kita dikutuk tujuh turunan atau dicaci maki dengan semua nama binatang yang ada di kebun binatang ....

Korea ... kim dan kim chi mu membuat aku rindu untuk kembali ..... tidak hanya untuk membeli kim chi tapi untuk menemui sang sahabat sejati Song You-Son yang sudah 11 tahun tak pernah lagi kujumpa ......






2 Comments:

Blogger Dhani said...

wah.kecanduan film korea nih. pasti gara-gara si hanny nih. :P. "film adalah candu"- karl marx. haha.:P

2:36 PM

 
Blogger Dhani said...

kak. ini dia blog FADIAH teman saya yang akan bersama saya ke rumah kamu nnt. : http://fadaf.blogspot.com/ :)

10:33 AM

 

Post a Comment

<< Home