Film Korea

Aku lagi gandrung film korea nih ..... setiap hari nonton terus, sampai jam 03.00 pagi .. kecanduan deh ... nggak pa-pa deh kecanduan film, asal bukan kecanduan obat-obatan. Kalo kecanduan film khan nggak ditangkap polisi tuh, tapi kalau kecanduan obat ... wah ... berabe .. ujung-ujungnya bisa bermalam di Rutan Pondok Bambu ajha .... Nah, apa yang menarik dari film korea ini ? filmnya sederhana banget, tidak rumit .... dan yang paling saya suka, pakaian dan gaya mereka, sekalipun menggunakan teng top, tapi tidak sensual dan menggoda ... dandanan tidak glamor .... dan tidak menawarkan mimpi-mimpi semu .... tidak terlalu sensual dan seksual ... budaya timurnya masih tetap dijaga dan dihargai dengan baik .... Sekalipun alur cerita sederhana ... sudah pasti tentang cinta .... tapi lebih berwarna-warni ... tidak melulu konflik dan perseteruan .... apalagi sampai main tampar ... tidak seperti sinetron Indonesia yang kini sering kali menonjolkan kekerasan, padahal budaya Indonesia tidak seperti itu sebenarnya .....Hal lain yang menarik yang ditonjolkan film korea ini adalah suatu pesan bahwa cinta itu milik semua orang "everybody have the rights to love". Cinta bukan hanya milik si kaya dan si cantik atau si ganteng, tapi cinta milik semua orang, tidak pandang apakah dia cuma regu penyelamat pantai atau tukang masak. Mereka juga punya hak untuk jatuh cinta pada si kaya dan si ganteng atau si cantik ... yang diangkat dalam kebanyakan film korea adalah cinta itu tumbuh karena inner beauty dari sang wanita atau sang pria, bukan tampilan luarnya maupun statusnya. Peran yang dipilih kadang-kadang unik, misal tukang masak, penyelamat pantai atau pedagang assesoris, suatu profesi yang sering kali kita pandang sebelah mata. Film ini membawa pesan yang sangat universal, dimana cinta adalah hak setiap individu, tanpa memandang kelas ataupun kasta. Semua orang berhak mencintai dan dicintai, tak pandang kelas mereka berbeda. Suatu hal yang menarik, yang begitu inspiring ..... Menonton film-film Korea membangunkan kita dari tidur panjang kita selama ini. Film ini begitu mengguggah sesuatu yang sudah lama mati atau terkubur dalam diri kita. Film korea ini begitu inspiring, membangkitkan rasa percaya diri dan keyakinan diri kita, mendorong kita untuk lebih positif menyikapi hidup, mensyukuri apa yang kita punya dan mencintai siapapun yang ingin kita cintai .. tanpa harus takut akan perbedaan kelas maupun kasta ... karena cinta telah cukup untuk cinta .... Korea, salah satu negera di Asia Timur yang maju dengan pesat, bahkan mampu bersaing dengan Jepang dalam hal teknologi, terutama permobilan dan cellular phone .... teknologi mereka tumbuh pesat ... saat wireless internet conncetion belum banyak ada di tanah air, Korea sudah lebih dulu ada ... dengan menggunakan wireless modem kita bisa akses internet dimana-mana sejauh ada internet access zone di wilayah itu. Penduduknya ramah-ramah dan begitu percaya, sekalipun dengan orang baru .... saya ingat .. saya diajak jalan-jalan oleh seorang perempuan yang ketemu begitu saja di sebuah bank saat kami sedang menukar uang .. luar biasa ..... Kotanya bersih dan menyenangkan .. sekalipun saya pernah mendapat pengalaman buruk dan perlakuan diskriminasi di immigrasi bandara saat saya menginjakkan kaki di negeri ini. Mungkin karena saya pakai jilbab, lalu mereka pikir saya teroris ... satu pengalaman yang menyakitkan hati dan menjatuhkan harga diri ..... tapi setelah mereka tahu saya dari Indonesia, langsung mereka minta maaf dan berubah baik sekali. Tanpa tanya-tanya, mereka langsung menyetempel passport saya dan memberi visa gratis ..... rupanya mereka suka dengan orang Indonesia, karena orang Indonesia adalah pekerja-pekerja yang rajin dan pekerja keras. Bagus deh ... citra TKI/TKW kita dinegeri ini sangat positif. Orang Korea suka sekali shopping dan gaya hidupnya memang agak hedonis .... kalau main di mall, wuihhhhhhhhh ... diseluruh ruas anak tangga eskalator akan penuh dengan manusia, jadi untuk bisa berdiri di salah satu ruas anak tangga harus berebut dulu ..... populasi dikota seoul memang padat, tidak heran kalau mall juga padat .... mungkin seperti juga Indonesia, mall adalah salah satu sarana hiburan karena tidak ada lagi ruang publik yang bisa dijadikan tempat rekreasi. Saking penuhnya orang, maka kalau kita sedang jalan diseruduk oleh orang, kita nggak perlu marah bila mereka tidak minta maaf, karena memang maaf itu tidak ada dalam kamus mereka. Mereka harus bergerak cepat sehingga tak punya waktu untuk minta maaf. Mereka saling memahami bahwa tindakan mereka bukan untuk menyakiti, tapi semata-mata karena sedang terburu-buru, itu saja. Jadi karena tradisi maaf tidak ada disana, maka dengan senang hati pula saya menyeruduk atau menabrak orang dan dengan se-enaknya saya pergi tanpa minta maaf ... atau menyelak antrian begitu saja tanpa harus dimarahi, dimaki atau disumpah serapahi. Coba kalau itu di Indonesia ... wuihhhhhhhhhhh ... bisa-bisa kita dikutuk tujuh turunan atau dicaci maki dengan semua nama binatang yang ada di kebun binatang .... Korea ... kim dan kim chi mu membuat aku rindu untuk kembali ..... tidak hanya untuk membeli kim chi tapi untuk menemui sang sahabat sejati Song You-Son yang sudah 11 tahun tak pernah lagi kujumpa ......
Gender Equality
Negeriku ini memang unik ... unik sekali ..... apa yang masih menjadi diskusi dan perdebatan dibanyak tempat dan banyak negara, disini kadang semua itu tak bermakna .... dan tak perlu didiskusikan ..... karena langsung diaplikasikan ..... persamaan hak .... atau kesetaraan gender ... disini sudah dijalankan .... tak perlu dibahas panjang-panjang ... karena masyarakat bisa menerima wanita terjun ke sektor publik .... entah kesadaran itu tumbuh karena memang sadar, atau karena sejarah Indonesia mencatat bahwa wanita Indonesia adalah setara dengan laki-laki, mereka juga bisa eksis menjadi dirinya dan menjadi bagian dalam pekerjaan publik atau apakah karena faktor ekonomi yang memaksa perempuan juga harus mengambil peran laki-laki yang akhirnya keberadaan perempuan di sektor public manjadi hal yang lumrah.
Tapi, masih banyak memang perempuan yang mengalami ketidakberuntungan atau penindasan dari pasangan yang katanya "mencintai" atau "menyayangi" tapi apalah artinya cinta kalau kemudian menyiksa dan menyakiti pasangannya, baik itu siksaan fisik maupun psikis. Cinta macam apa itu ya kalau pake menyiksa, menyakiti dan menindas begitu ..... apa definisi cinta kalau tak ada cinta disana .....
Masih banyak memang kaum lelaki yang menggunakan hak patriarchinya untuk memapankan posisinya dan tak jarang agama juga dijadikan legitimasi untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin ... katanya "Arrijalu qawwamunna ala Nissa" .... ayat itulah yang selalu dijadikan "senjata" untuk melegalkan kepemimpinannya .... dan dengan posisi yang seperti itu kadang-kadang lelaki merasa dirinya jadi raja, "raja tanpa mahkota". Siapa yang menobatkan dia jadi raja ya ???? nah, dengan posisi sebagai pemimpinnya ini yang kadang-kadang membuat dia bersikap seperti pemimpin .. mending kalo gaya kepemimpinannya demokratis, yang bisa menyenangkan dan menenangkan hati, kalau gaya yang dia adopsi adalah gaya diktator ..... wuihhhhhhhh ... pasti kasihan istri dan anak-anaknya .... akan mengalami tekanan batin yang tidak ada habis-habisnya ... menyesallah menikah dengan lelaki yang seperti ini ..... dan bagi perempuan yang mempunyai suami seperti ini, maka perkawinan bagi mereka adalah neraka .... neraka yang apinya selalu menyala dan membara ... yang membakar tidak hanya raga tapi juga jiwa ... perkawinan yang tak akan pernah diinginkan apalagi disyukuri .....
Jadi memang perjuangan persamaan hak nampaknya masih perlu dilakukan, karena memang masih banyak kaum laki-laki yang belum mau dan bisa menerima kenyataan bahwa wanita juga mahluk Tuhan yang punya kemampuan yang juga sama. Karena ada bagian-bagian biologis antara laki-laki dan perempuan yang berbeda, maka sah-sah saja kalau dalam hal tertentu memang wanita dan pria berbeda, tapi tidak berarti perbedaan ini kemudian dijadikan stigma bahwa wanita adalah "mahluk yang lemah", karena belum tentu wanita lemah .... wanita memang tidak bisa mengangkat beban berat, seperti angkat barang yang berat sekali , tapi dia bisa mengangkat beban hidup yang jauh lebih berat dari beban barang yang secara fisik kelihatan berat.
Melihat supir busway perempuan, rapih, cantik dan berjilbab pula ... mengguggah hati saya juga .... saya salut melihat wanita pengemudi bus way itu. Badannya lebih kecil dari badan saya, tapi dia bisa mengendarai bis besar ... gerakkannya lincah dan saat dia harus melewati jalan yang sedikit agak melengkung, dengan lincahnya dia mainkan stir dan meliuk dengan anggunnya .... sambil tersenyum ...... dan wajah cantiknya makin sumringah .... bis masih tetap pada jalur dan melaju dengan kecepatan yang cukup cepat .... dia membuktikan, bahwa sekalipun dia tidak gagah perkasa, tapi dia bisa melakukan apa yang bisa dilakukan oleh kaum laki-laki .... bisa bersaing dengan teman-teman sesama supir busway yang laki-laki ..... tanpa harus menghilangkan kodrat dia sebagai seorang perempuan dan seorang ibu .... wanita itu berjilbab ... agama Islam yang dia yakini dengan Iman didada, bukanlah menjadi halangan baginya untuk eksis dan bekerja sebagaimana layaknya lelaki ..... Islam tidak memenjarai kebebasan dia dan Islam tidak menempatkan dia hanya pada dunia domestik ....
Dia bukan satu-satunya perempuan yang terjun pada profesi yang berat .. anggaplah karena busway agak lebuh humanis dibanding bis-bis lain, maka wajar saja kalau dia bisa berprofesi seperti itu. Ada banyak kenek bis, bis 76 jurusan Blok M - Tanjung Priok, keneknya yang juga perempuan dengan santainya teriak-teriak "priok-priok" dengan suara selantang teman lelakinya yang seprofesi, yang berdiri di pintu belakang. Dengan berdiri diantara besi pegangan, di pintu bis wanita itu begitu gagah perkasa ..... teriak dengan lantang dan tak takut bahwa posisi berdirinya itu sangat beresiko dan bisa membuat dia jatuh .... mungkin nyali dia sudah sekuat baja, sehingga tak ada lagi rasa takut dalam jiwanya .....
Negeriku ini memang unik ... disatu sisi masih banyak kaum perempuan yang perlu dan harus berteriak lantang untuk menyuarakan hak dan kesetaraannya .... sementara disisi lain cukup hanya dengan berteriak "prio-priok" wanita ini sudah menunjukkan bahwa mereka sederajat dan sejajar dengan pria ....
Jakarta, 21 Maret 2006
Ohhhhhhh Jakarta !!!!!!!!!!!!!!!!
Pagi tadi seperti biasa aku nunggu mercyku yang setia menjemputku setiap jam 8.30-an. didepan gang rumahku. Jalanan menuju kampung Melayu agak padat pagi ini, nggak tahu kenapa, sehingga mercy besarku tak sebanyak seperti biasanya. Tak heran kalau aku harus menunggu cukup lama, karena memang sedikit bisku yang masuk terminal. Tapi akhirnya, setelah sekian lama kumenunggu, kulihat juga mercy besarku datang menghampiri ..... lega rasanya ....
Tapi aku agak sedikit khawatir melihat mercyku hanya berjalan ditengah .... wah .... bakal kagak bersedia mengangkutku nih ... batinku menggerutu, padahal aku udah capek nunggu dengan setia dari tadi pagi .... kulambaikan tanganku tinggi-tinggi ke arah mercyku .... ah lega .... mereka tahu bahwa setiap jam-jam segitu, ada satu gadis cantik (jangan pada muntah ya bacanya) yang harus diangkut kedalam. Pas aku lihat dipintu masuk .... alah mak .... penuh banget ... tapi aku harus naik ... dengan berat hati, akhirnya aku naik dan hanya berdiri di pintu .....
Rasanya pengen nangis .... dandananku sia-sia nih kalau gini, padahal make up yang kupakai cukup mahal lah ..... Buat apa aku dandan cantik-cantik, kalau hanya berdiri dipintu seperti kenek bis ...... perasaanku bercampur aduk .... sedih, malu, kecewa, pengen marah, dan perasaan lain-lain yang rasanya udah campur aduk kayak permen nano-nano. Udahan lagi, lelaki yang berdiri dibelakangku membuatku tambah tidak nyaman ... aku paling malas ditempel atau ada lelaki yang diri dibelakangku. Aku merasakan seolah-olah mereka ingin mengambil keuntungan dari kondisi kami yang tidak menyenangkan itu. Gesekan-gesekan yang menjijikan membuatku mau muntah ....
Mana kenek ?!! pikirku sambil melirik mencari kenek ... mudah-mudahan segera datang, karena aku udah nggak tahan dengan kondisi seperti ini. Dalam keadaan seperti ini, kenek bagiku seperti malaikat penolong, yang menyelamatkan aku dari posisi berdiri yang tak menyenangkan ini ..... Akhirnya malaikat penolongku datang juga, dan benar seperti yang kuharapkan, dia mengatur para penumpang, dan akhirnya aku bisa masuk ke dalam ... legaaaaaaaaa ... rasanya aku jadi manusia yang beradab lagi karena dimanusiakan, sekalipun harus berdiri berjejal-jejal didalam bis yang selalu sarat penumpang dan ber-AC alam itu.
Hampir setiap hari aku mengalami hal seperti ini.... ada rasa bosan karena ritme kehidupan yang selalu kurasakan setiap pagi selalu hampir sama ..... dalam desakan dan himpitan penumpang, aku pandangi mereka yang duduk didalam mobil ber AC diluar sana. "Nyaman juga ya kalau naik mobil sendiri" pikirku .... pengen juga aku seperti mereka .... tapi kapan ya ???? .... kapan ritual kehidupan pagiku akan berubah jadi lebih indah ... tanpa kekhawatiran ditinggal bis atau dilecehkan oleh para lelaki usil yang bagaikan maling,selalu saja mencari peluang ditengah ketidaknyamanan ini. Namun kadang, ada saat dimana aku menikmati juga suasana didalam bis .... aku bisa melihat warna-warna kehidupan yang sangat kaya dan begitu bervariasi ... ada orang yang cantik dan ada orang yang dekil kumel ... semua jadi satu dalam bis itu ... tidak ada perbedaan disana, tidak ada diskriminasi, tidak ada kesenjangan, semua orang statusnya sama, mau kaya atau miskin, semuanya naik bisa yang sama, harus berjejal-jejal dan harus bayar 2.000 rupiah kalau mau sampe ke tujuan ......
Kadang, ditengah kemacetan dan penumpang yang berjejal-jejal seperti ikan sarden, tiba-tiba naik pengamen, menyanyikan bermacam-macam lagu seperti di toko kaset. Lumayan, nggak perlu beli kaset, hanya kasih 500 perak atau 1.000 perak lah (kalau lagi nggak ada receh, terpaksa 1.000 perak melayang) kita udah bisa denger lagu dari berbagai macam penyanyi, ada peterpan, radja dan macam-macam lah ..... kalau kebetulan pengamennya bersuara bagus, asyik juga dengernya, hati jadi terhibur dan penat tal lagi jadi masalah. Tapi kalau pengamennya cuma asal nyanyi, pusing juga kepala jadinya .....
Belum lagi naik pedagang kali lima yang menawarkan dan mempromosikan dagangannya dengan kalimat-kalimat indah bak dukun baca mantra ... bikin suasana bis makin kaya warna ..... menarik juga karena ada banyak barang kebutuhan yang dijual murah ..... gimana si pedagang bisa kaya dengan cepat, kalau harga jual barangnya ajha masih lebih murah dari harga semangkok bakso di es teler 77. Gimana mereka survive ya ..... apa yang dimakan setiap hari kalau penghasilannya cuma segitu ? berapa anak yang mereka harus hidupi ??? bagaimana dengan keperluan yang lain ? kalo mereka sakit atau istrinya melahirkan, uang dari mana dan uang siapa yang bisa dipake untuk membayar semua ini. Apalagi sekarang ini obat mahalnya bukan main, jangankan orang yang nggak berduit, orang yang berduit ajha bisa meringis setiap menebus obat di apotik ... harga yang harus dibayar selalu berakhiran dengan tus-tus ... maksudnya beratus-ratus .... ngutang dulu kali ... lalu bagaimana bayarnya .... ya Tuhan .... katanya negeriku sangat kaya, tapi kenapa masih banyak orang miskin yang hidupnya sangat menyedihkan begini ......
Lamunanku terhenti karena kenek sudah teriak "Deplu ... Deplu .... siap-siap yang Deplu". Aku bergegas siap-siap berdiri lagi didepan pintu ... kali ini aku memang harus berdiri dipintu jadi aku melakukannya dengan sukarela .... ketika bis merapat dekat kantor MRI (Mores Rowland, I-nya apa ya ???), aku langsung menggerakkan kaki kiriku dan turun dari bis ..... jalanan tidak terlalu padat pagi ini, jadi aku tidak perlu berlama-lama untuk bisa menyebrang. Ketika kulihat para sahabatku yang berjajar dengan rapih di pelataran samping gedung Panin Bank, aku tersenyum melihat mereka.. seperti biasa ... hanya cukup dengan melambai ... mereka langsung mengenaliku dan segera menghampiriku dengan Yamaha bebeknya ..... ketika pas didepanku, mereka selalu menebarkan senyum bahagia ... senyum yang tulus tanpa kepura-puraan .... senyum yang keluar dari hati yang paling dalam ... inilah senyum ibadah mereka padaku pagi ini ..... aku langsung duduk dibelakang motor ojek dan tancap gas menuju kantor .... akhirnya ... aku kembali ke dunia yang lebih beradab lagi, setelah pagi tadi aku melewatinya dengan rasa yang kurang bersyukur ..... kubayar sang sahabat dengan uang lembaran 5000-an ... dan dengan senyum yang juga tulus dia mengucapkan terima kasih dan pergi .... sahabatku .... baik sekali hatimu ... kamu sudah membawaku dengan selamat sampai ke kantorku .....
Masuk ke kantor, susu coklat buatan Esah dan segelas air putih langsung disajikan Esah untukku. Esah memang luar biasa ... dia bisa meredakan perasaan campur adukku dengan segera. Suaranya yang renyah selalu membuka hariku di kantor dengan salamnya "selamat Pagi Mbak", dan itu membuat hatiku yang kacau balau diluar sana jadi kembali tenang ... mak nyessssssssssssss ......... akhirnya aku tenang kembali ...... Kopi susuku kini menemaniku menulis kisahku di blog ini.
Oh Jakarta !!!!!!! kenapa wajahmu dipagi hari selalu sama ...... tapi aku senang menikmatimu disore hari, dikala merah lembayung yang bersemburat dari langit Tuhan membuat wajahmu semakin cantik merah merona .... seperti gais yang sedang mekar-mekarnya. Ketika sang langit berwarna kemerahan melatarbelakangi gedung-gedung megah yang bertaburan diperutmu ..... kau semakin kelihatan cantik .. tak heran banyak warga kampung yang datang berduyun-duyun untuk mengadu nasibnya dipelukanmu. Sekalipun polusi menutupi cerahnya langit, tapi setiap sore, polusi itu tidak akan mampu menandingi indahnya langit ciptaan Tuhan ...... yang menjadi background kecantikanmu wahai Jakartaku ......
Semoga Jakartaku kembali lebih ramah ..... ramah seperti saat aku kecil dulu .....
Jakarta, 14 Maret 2006
Charlie Angels
Inilah gaya para Charlie Angels Indonesia kalau lagi bergaya ... cool ha ??!!! keren-keren ya .... sayang pada nggak bisa ngarate orang .... Charlienya, Mr. Adao da Costa berasal dari negeri yang dulunya mantan bagian dari Indonesia, yaitu Timor Timur ..... Hebat ya ..... Sang Charlie berhasil memimpin para angels yang luar biasa .... Sebenarnya para Angels punya expertise masing-masing .... kemampuan yang luar biasa yang tak bisa ditandingi oleh siapapun ..... yang berkaos putih, Angel Ruth, jago dalam hal bikin dan nulis blog ..... dia lah yang ngajarin bikin blog orang-orang sekantor ... kerja dia nulis blog terus ... saking asyiknya nulis di blog, sampe lupa ama kerjaannya ..... Sementara, Angel Emmy, yang berbaju ungu yang duduk ditengah, punya keahlian memperdagangkan orang .. hahahahaha .... bukan deh ... dia mengkoordinir para pejuang anti trafficking .... jadi jangan pernah-pernah punya niat mentraffick orang .. kalau Emmy tahu ... bisa dikarate loh !!!! ciatttttttttttttt ...... leher langsung patah berkeping-keping kayak WTC waktu diserang para hijack .... Dan Angel yang satunya lagi yang berbaju hitam, itu bukan ninja ya .... itu Angel Dete .... yang keahliannya ngomong ... kalau udah ngomong .... nggak kenal arti stop .... pokoknya mengalir terus ... kayak air terjunnya Niagara Fall.Kami bisa membantu siapapun yang mau pake jasa kami sesuai dengan keahlian yang kami miliki diatas .... jangan kasih tugas yang susah-susah ya .... karena udah pasti nggak akan bisa selesai .... jawaban kami pasti sederhana saja ... cukup 2 kata "mission unaccomplished". Jadi ... daripada kecewa, mending kasih tugas yang gampang ajha ... misalnya ngomong .... nulis blog atau ciattttttttttttttttttttttJakarta, 13 March 2006
Wuihhhhhh ... Panasnya
Ruang kerjaku cukup lumayan besar .... mungkin ukuran 4 x 4 m, cukuplah untuk 2 meja kerja, seperangkat bangku untuk tamu dan lemari buku .... cukup nyamanlah untuk sebuah ruang kerja .....Aku sendiri yang memilih ruangan ini ketika kami pindahan dari lokasi kantor lama di Fatmawati sana. Saat kami memutuskan untuk pindah, aku senangnya luar biasa, karena kantorn yang dulu tuh kecil sekali dan gelap ..... tidak nyaman aku berada disana .....Akhirnya setelah berkali-kali survey, kami menemukan rumah ini ... besar sekali dan bersih sekalipun bangunannya bukan bangunan baru ..... tapi nyamanlah dan sangat representative untuk jadi kantor. Ketika pembagian ruangan, teman-teman tidak ada yang mau memilih ruangan yang kini jadi kamar kerjaku .... mereka bilang ... panas .... karena memang ruanganku ini mungkin dulunya dipakai sebagai taman oleh pemiliknya .... Dibilang taman, semua lantainya dikeramik, tidak ada area untuk menanam tanaman apapun ... mungkin dulu si pemilik hanya menaruh pot-pot bunga ajha sebagai taman didalam rumah .... Atapnya tidak menggunakan genteng dan tanpa plafon, karena memang ini digunakan sebagai taman, jadi pencahayaan langsung dari luar .... supaya aman dan tidak ada yang masuk ke rumah ini, maka ditutuplah atapnya dengan aduhhhh .... apa ya namanya .... seperti asbes tapi bening ..... lupa aku namanya apa ..... nah, walhasil, pencahayaan dari luar memang bagus sekali ....Tapi karena sekarang menjadi uang kerjaku dan bukan taman lagi ... aku merasakan panas yang cukup menyengat kalau sinar matahari diluar sana sedang bersinar dengan kekuatan penuhnya .... aku jadi kepanasan dan tidak nyaman untuk kerja. Sekalipun kunyalakan AC dengan suhu 16 C, tapi tetap saja, udara diluar sana lebih kuat dibanding udara dingin AC. Panas .... dan aku tak bisa konsentrasi kerja ..... Namun demikian, ruanganku adalah ruangan yang terbaik dikantorku .... karena nuansa seni sangat menonjol dan memang kudekorasi dengan gantungan-gantungan di atap yang cukup lucu-lucu ... ruanganku mirip ruangan kelas TK .... tapi banyak loh orang yang suka duduk diruanganku ... karena ruangan ini menawarkan kedamaian ... sekalipun panasnya menyengat ..... Jakarta, 13 Maret 2006
My first Blog
My First Blog Lucu juga ya .......Banyak orang yang udah masuk dan aktif di blog sejak blog ini diluncurkan. Tapi saya sama sekali belum tertarik untuk ikut-ikut bikin blog sendiri.Why ????? karena nggak punya waktu ajha ..... (sombong amet, emangnya ngapain ajha sampe nggak punya waktu ... hebat men !!!!). Tapi memang belum tertarik ajha sih ....Tapi ketika lihat banyak blognya teman-teman, saya pikir lucu juga ya.Lalu saya ikut bikin, lumayan untuk menyalurkan aspirasi yang terpendam.Banyak hal yang saya lihat, dan saya pikir menarik untuk dibagi.Moga-moga ajha ada gunanya ..... Jakarta, 13 Maret 2006